Bagaimana Nasib Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap

Bagaimana Nasib Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap | Saat tenaga honorer dikenal dengan sebutan GTT (Guru Tidak Tetap) dan PTT (Pegawai Tidak Tetap). Mereka adalah orang-orang yang mengabdi kepada negara dengan sejuta impian. Mengapa saya katakan sejuta impian? Karena saya yakin sebagian besar dari mereka bukan murni ingin mengabdi tanpa mengharapkan sesuatu. Mereka termasuk saya juga mengharapkan kelak akan diangkat menjadi PNS dan mendapatkan segala macam kemudahan. Seperti mendapatkan gaji pokok, tunjangan, jaminan kesehatan dan pensiun.

Harapan-harapan seperti itu adalah wajar, tidak mungkin kita akan mengabdi selamanya kepada negara dengan honor tidak jelas. Sedangkan hidup kita, anak kita, istri atau suami kita membutuhkan kehidupan yang layak. Maka tidaklah berlebihan kalau tenaga honorer atau GTT dan PTT adakalanya meluapkan keinginannya secara lagnsugn kepada pemerintah.

Berhembus kabar, bahwa di Kemenhum dan HAM sedang digodok Peraturan Pemerintah tentang PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Jadi semacam kontrak kerja. Wacana yang berkembagn sementara ini adalah, bahwa jika PP ini nantinya disahkan, maka GTT dan PTT akan dihapus dan semua peawai pemerintah baik yang PNS maupun Non PNS akan dipanggil dengan sebutah ASN (Aparatur Sipil Negara)

Setiap pegawai baik PNS maupun Non PNS yang sudah lebur dalam ASN akan mendapatkan hak da kewajiban yang sama. Sama-sama digaji oleh pemerintah, sama-sama mendapatkan tunjangan. Tapi bedanya, bagi ASN dengan PPPK tidak akan mendapatkan tunjangan pensiun.

Meskipun demikian, jika memang iya PP PPPK nantinya disahkan, dan wacana diatas menjadi kenyataan maka para tenaga honorer bisa sedikti bernafas lega. Paling tidak, mereka akan mendapatkan gaji yang layak dari pemerintah. Tidak seperti saat ini, honor perbulannya tidak cukup untuk kebutuhan hidup satu bulan bahkan mungkin satu minggu.

0 Response to "Bagaimana Nasib Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap"

Posting Komentar